BerandaHiburanBand Hardcore ‘Haram’ Rilis Album sebagai Penghargaan untuk Affan Kurniawan dan Munir

Band Hardcore ‘Haram’ Rilis Album sebagai Penghargaan untuk Affan Kurniawan dan Munir

Saluran WhatsApp

Bantentv.com – Band hardcore punk bernama “Haram” asal New York baru saja merilis album terbaru dengan judul “Why Does Paradise Begin in Hell?” yang dibuat sebagai bentuk penghormatan kepada dua tokoh ketidakadilan di Indonesia yaitu Affan Kurniawan dan Munir Said Thalib.

Album terbarunya yang bertajuk “Why Does Paradise Begin in Hell?” ini membahas seputar penindasan dan ketidakadilan yang dirasakan.

Terlebih album ini dibuat khusus sebagai penghargaan kepada Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online (ojol) yang menjadi korban akibat terlindas kendaraan taktis Brimob pada saat aksi demonstrasi pada akhir Agustus 2025 lalu.

Tak hanya itu, album ini juga didedikasikan untuk Munir Said Thalib, seorang aktivis HAM yang meninggal akibat diracun saat dalam perjalanan udara menuju Amsterdam, Belanda.

Salah satu personel Haram mengatakan bahwa Indonesia memiliki energi unik dalam seni hardcore, jadi mereka merasa album ini akan relate dengan keadaan di sana.

Baca Juga: Affan Kurniawan Dimakamkan, Ribuan Ojol Antar ke Peristirahatan Terakhir

“Indonesia punya energi unik dalam scene hardcore. Kami merasa pesan dalam album ini dapat beresonansi kuat di sana,” ungkapnya dalam wawarancara yang dirilis saat pengumuman album, dikutip dari media internasional.

Berdasarkan akun Instagram Disaster Records @dsstrrecs, terlihat pada sampul kaset album terbaru Haram, terdapat foto sekaligus nama lengkap kedua tokoh tersebut.

Pada sampulnya  juga tertulis dua kalimat “Merdeka dari Penderitaan” dan “Merdeka dari Korupsi”.

Album ini memuat 12 lagu setelah melalui proses penulisan lagu dan rekaman selama kurang lebih dua tahun.

Diketahui, band ini merupakan band yang terkenal dengan budaya dan lirik-lirik berbahasa Arab dengan tema lagu yang mengarah pada situasi politik.

Bukan hanya sekadar karya musik, melalui album ini dapat terlihat simbol kepedulian dan rasa empati yang tinggi suatu band kepada masalah internal Indonesia.

Meskipun album ini dibuat sebagai bentuk penghargaan dua tokoh di Indonesia, band ini tetap mempertahankan ciri khasnya, seperti riff cepat ala hardcore era 80-an, vocal yang penuh amarah, serta lirik yang cukup sensitif sehingga dapat menyinggung suatu pihak.

Editor: Siti Anisatusshalihah

Artikel ini ditulis oleh [Alifia Najwa Aponde], peserta program magang di Bantentv.com.
Konten telah melalui proses penyuntingan oleh tim redaksi.
TERKAIT
- Advertisment -