Bantentv.com – Masa pensiun dianggap sebagai fase akhir dari perjalanan karier dan fase baru bagi kehidupan seseorang. Setiap orang tentunya ingin mengisi masa pensiunnya dengan bahagia dan sejahtera. Mereka tidak ingin merepotkan anaknya, walaupun terkadang seorang anak ingin orang tuanya tinggal bersama agar tidak kesepian di masa tuanya. Namun bagi orang tua tempat ternyaman dan damai adalah di rumahnya sendiri apapun keadaannya. Oleh karena itu, mempersipkan masa pensiun menjadi hal yang penting untuk dilakukan sebab hal itu tidaklah mudah. Dilansir dari berbagai sumber berikut tips menjadi pensiun yang sehat, sejahtera, dan bahagia.
- Melunasi hutang
Pada masa akhir kerja, pensiunan akan mendapatkan uang pesangon atau uang taspen bagi PNS. Nominalnya bisa berbeda-beda tergantung dari golongan jabatan dan berapa lama bekerja. Saat memasuki masa pensiunan melunasi semua hutang dari yang receh-receh sampai yang besar adalah langkah awal yang perlu dilakukan. Pasalnya, melunasi hutang adalah sebuah prioritas agar nanti pada pensiun sudah tidak perlu memikirkan dan bisa hidup dengan damai dan sejahtera.
- Bijak menjaga kesehatan
Saat sudah pensiun kondisi keuangan akan sangat berubah drastis, oleh karena itu menghindari hidup konsumtif adalah cara bijak dalam menjaga kesehatan keuangan. Menabung perlu dijadikan prioritas. Pakar keuangan menyarankan hendaknya kita menerapkan rumus 50:30:20, yaitu 50% gaji untuk kebutuhan pokok, 30% untuk keinginan, 20% untuk tabungan.
Pensiunan PNS biasanya menerima uang THR dan gaji ke 13. Mengalokasikan ‘uang surprise’ ini untuk tabungan sebagai dana darurat menjadi satu hal yang selayaknya dilakukan. Dana darurat ini bisa menjadi penyelamat ketika membutuhkan biaya tak terduga dan mendesak karena sebab tertentu.
- Susun Rencana Keuangan yang Jelas
Langkah berikutnya adalah menyusun rencana keuangan dana pensiun yang cermat. Yang perlu ditentukan ketika hendak menyusun rencana dana pensiun adalah:
- Pertama, pada usia berapa Anda berencana pensiun, atau tidak lagi memiliki penghasilan tetap.
- Kedua, tentukan asumsi usia harapan hidup.
- Ketiga, tentukan perkiraan kebutuhan dana yang diperlukan untuk hidup sehari-hari.
- Terakhir, ketahui waktu yang Anda miliki untuk menyiapkan dana tersebut.
- Jaga Kesehatan Keuangan
Mengumpulkan tabungan hari tua dengan rajin berinvestasi secara berkala, membutuhkan komitmen jangka panjang. Supaya, tetap bisa berinvestasi sesuai rencana yang telah disusun, pastikan senantiasa menjaga kesehatan keuangan.
Berikut ini beberapa cara menjaga keuangan tetap sehat:
- Pertama, menghindari utang konsumtif dan menjaga rasio utang sehat. Beban cicilan maksimal yang boleh ditanggung adalah 30% dari pendapatan rutin. Bila tanggungan cicilan Anda melebihi angka tersebut, itu berarti keuangan Anda kurang sehat. Segera kurangi utang dan hindari mengambil utang konsumtif yang tidak mendesak seperti utang kartu kredit atau fasilitas paylater.
- Kedua, perkuat dana darurat. Amankan dana darurat minimal sebesar 6 kali nilai pengeluaran rutin bulanan. Anda bisa menabung dana darurat dengan cara menyisihkan minimal 10% dari pendapatan rutin sampai nilai dana darurat memadai. Ketiga, biasakan mencatat pengeluaran dan melakukan budgeting. Dengan mengetahui ke mana saja uang dipergunakan, Anda bisa melihat alokasi pos mana yang paling banyak menyedot pendapatan. Anda juga akan terbantu menyiapkan strategi tepat saat melakukan budgeting atau perencanaan anggaran rutin tiap bulan.
- Memilih Instrumen Investasi yang Tepat
Setelah mengetahui nilai dana yang harus dikumpulkan untuk membiayai masa pensiun, saatnya untuk menentukan strategi investasi yang tepat. Tabungan hari tua baru akan digunakan dalam jangka panjang. Dengan demikian, strategi investasi untuk mengumpulkan dana pensiun yang tepat adalah juga investasi jangka panjang.
Beberapa instrumen investasi yang tepat untuk tujuan keuangan jangka panjang adalah saham, reksa dana saham, reksa dana campuran, dan lain sebagainya. Hindari menggunakan instrumen investasi jangka pendek untuk mendukung tujuan keuangan jangka panjang, seperti tabungan biasa atau deposito berjangka. Ketidaktepatan memilih instrumen investasi yang tepat bisa berisiko menggagalkan pencapaian tujuan keuangan.(red)