BerandaEkonomiIHSG Anjlok ke Level 7.935, Aktivitas Perdagangan Sepi Investor

IHSG Anjlok ke Level 7.935, Aktivitas Perdagangan Sepi Investor

Saluran WhatsApp

Bantentv.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah di posisi 7.935,26 atau turun 168,618 poin setara 2,08 persen, setelah dibuka turun di awal perdagangan sesi I pada pagi hari, Jumat 6 Februari 2026.

Meski pasar modal sempat membaik, pada akhirnya kembali terjatuh pada penutupan sesi pertama.

Gerak indeks sempat menyentuh level tertinggi di posisi 8.025,14 dan level terendahnya di 7.861,685.

Setelah jeda, IHSG masih bertahan di zona merah dan tidak beranjak. Dengan begitu, bursa saham Indonesia terus tertekan hingga penutupan perdagangan hari ini.

Adapun volume perdagangan hari ini tercatat sebanyak 35,418 miliar lembar saham senilai Rp19,671 triliun dalam 2,2 juta kali transaksi. Sebanyak 646 saham melemah, 107 saham menguat, dan 68 saham lainnya stagnan.

Baca Juga: IHSG Kembali Melemah ke Level 8.103, 349 Saham Berakhir di Zona Merah

Dilihat dari nilai transaksi, perdagangan hari ini terbilang sepi. Investor pun tampaknya masih wait and see di tengah volatilitas pasar yang terbilang tinggi. 

Sebagai gambaran rata-rata nilai transaksi harian pada pekan pertama Januari mencapai Rp31,46 triliun. Pekan selanjutnya naik menjadi Rp32,68 triliun dan Rp33,85 triliun di pekan ketiga Januari. 

Sementara untuk puncak nilai transaksi akan terjadi pada periode 26-30 Januari 2026. Namun, hal ini dipicu oleh aksi jual investor di tengah sentimen pengumuman evaluasi dari Morgan Stanley Capital International (MSCI). 

Mengutip Refinitiv, emiten-emiten blue chip menjadi pemberat utama indeks hari ini. Bank Central Asia (BBCA) yang turun 1,6% menjadi 7.675 berkontribusi -11,84 indeks poin. Kemudian diikuti oleh Bank Rakyat Indonesia (BBRI) -11 indeks poin dan Astra International (ASII) -10,24 indeks poin. 

Baca Juga: Awal Pekan Februari 2026, IHSG Dibuka Melemah ke Level 8.306,16

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sebanyak 10 dari 11 sektor saham melemah dengan emiten cyclical paling terkoreksi sebesar 5,11 persen.

Selanjutnya, sektor industrial melemah 4,51 persen dan sektor energi yang terkoreksi 3,25 persen.

Meski beberapa sektor mengalami penurunan, namun ada satu sektor saham lainnya yang berhasil menguat. Sektor tersebut ada si bidang transportasi yang berhasil menguat sebanyak 0,53 persen pada perdagangan hari ini.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar (top gainers) yaitu GRPM, GJTL, EMTK, ELPI, dan LION. Sedangkan, saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar (top losers) yakni SCMA, HALO, PTBA, KLBF, dan ANTM.

Sementara pada bursa saham regional Asia sore ini bervariasi. Indeks Nikkei tercatat NAIK sebanyak 435,64 poin atau 0,81 persen ke 54,253,68; indeks Hang Seng melemah 325,29 poin atau 1,21 persen ke 26.559,95.

Selanjutnya indeks Shanghai juga melemah 10,34 poin atau 0,25 persen ke 4.065,58; dan indeks Strait Times yang menguat sebanyak 10,37 poin atau 0,21 persen ke 4.975,87.

Di tengah tekanan terhadap IHSG, sepanjang perdagangan sesi aliran dana asing mengalir masuk. Diketahui asing membukukan foreign buy Rp3,5 triliun dan foreign sell Rp3,1 triliun. Alhasil net foreign buy tercatat sebesar Rp440,7 miliar.

Adapun Bank Mandiri (BMRI) menjadi saham dengan net buy asing terbesar, yakni Rp274,2 miliar. Pada sesi I, saham BMRI mengalami koreksi 1,19% ke level 4.990.

Di urutan selanjutnya Telkom (TLKM) dan Antam (ANTM) menjadi saham yang masuk dalam keranjang belanja asing dengan mencatatkan Rp118,3 miliar dan ANTM Rp105,6 miliar.

Menyusul, dua emiten Bakrie yakni Bumi Resources (BUMI) dan Bumi Resources Minerals (BRMS) juga masuk dalam daftar 10 saham dengan net buy asing terbesar.

Editor : Erina Faiha

TERKAIT
- Advertisment -