BerandaBeritaWarga Tutup Akses Gunung Pulosari, Kerusakan Alam dan Isu Amoral Jadi Sorotan

Warga Tutup Akses Gunung Pulosari, Kerusakan Alam dan Isu Amoral Jadi Sorotan

Saluran WhatsApp

Pandeglang, Bantentv.com – Akses menuju kawasan wisata dan jalur pendakian Gunung Pulosari di Kabupaten Pandeglang resmi ditutup sementara oleh masyarakat setempat.

Keputusan tersebut diambil setelah muncul keluhan dari warga terkait aktivitas sejumlah pendaki yang dinilai merusak lingkungan dan menimbulkan keresahan sosial.

Penutupan dilakukan sebagai hasil musyawarah bersama antara warga, tokoh ulama, dan pihak kecamatan.

Masyarakat menilai, kegiatan wisata yang tidak terkendali di kawasan Pulosari telah menyebabkan kerusakan pada ekosistem alam dan mencoreng nilai moral di wilayah tersebut.

Baca Juga: Pesona Gunung Pulosari, Jadi Daya Tarik Ratusan Pendaki dan Wisatawan

Camat Pulosari, Yani Sastra Negara, membenarkan adanya kebijakan penutupan akses tersebut.

Menurutnya, langkah itu dilakukan bukan hanya karena kondisi alam yang mulai rusak, tetapi juga untuk menghindari perbuatan yang dianggap tidak pantas di kawasan gunung.

“Iya betul pak, informasinya warga telah memasang spanduk penutupan jalur pendakian,” ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Jumat, 17 Oktober 2024.

Yani menjelaskan, di tengah musim hujan, sejumlah titik di kaki Gunung Pulosari mengalami retakan tanah, sehingga menambah kekhawatiran warga terhadap keselamatan para pendaki.

Oleh karena itu, masyarakat berinisiatif menutup jalur demi menjaga keamanan dan ketertiban.

Warga tutup akses Gunung Pulosari sementara (Bantentv.com/ Rangga)
Warga tutup akses Gunung Pulosari sementara (Bantentv.com/ Rangga)

Sementara itu, Kepala Urusan Teknik Kehutanan pada Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Pandeglang, Yayat Hendrawiyatna, menyampaikan bahwa keputusan ini merupakan tindak lanjut dari permintaan masyarakat yang ingin menjaga kelestarian kawasan Pulosari.

“Dari hasil musyawarah disepakati tiga poin utama. Pertama, semua jalur pendakian dinonaktifkan sementara hingga akhir tahun. Kedua, menjaga kondusivitas agar tidak terjadi konflik sosial. Dan ketiga, melakukan evaluasi terhadap dampak lingkungan serta aktivitas masyarakat di kawasan Gunung Pulosari,” kata Yayat pada Jumat, 17 Oktober 2025.

Yayat juga mengimbau seluruh pihak agar menghormati keputusan yang telah dibuat bersama. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut bukan bentuk pelarangan wisata, melainkan upaya untuk menjaga kelestarian lingkungan.

“Kami berharap masyarakat dan para pendaki untuk mematuhi kesepakatan ini. Tujuannya bukan melarang wisata, tapi menjaga agar sumber daya hutan tetap aman, lestari, dan tidak menimbulkan bencana di kemudian hari,” tutupnya.

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -