BerandaBeritaTNI Ungkap Identitas Prajurit Gugur dalam Misi Perdamaian PBB di Lebanon

TNI Ungkap Identitas Prajurit Gugur dalam Misi Perdamaian PBB di Lebanon

Saluran WhatsApp

Bantentv.com – Mabes TNI mengungkap identitas prajurit yang gugur saat menjalankan tugas sebagai pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah mengatakan, prajurit yang gugur bernama Praka Farizal Rhomadhon. Saat ini, jenazah Praka Farizal sedang dalam proses administrasi untuk dipulangkan ke Indonesia dengan bantuan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beirut.

“Prajurit yang gugur saat ini disemayamkan di East Sector Headquarters dan dalam penyelesaian administrasi pemulangan ke Indonesia dengan dibantu oleh pihak KBRI Beirut,” ujar Aulia, dikutip dari Antara.

Aulia menjelaskan, Praka Farizal merupakan personel yang tergabung dalam Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang bertugas menjaga stabilitas keamanan di wilayah Lebanon Selatan.

Baca Juga: Prajurit TNI Penjaga Perdamaian PBB Gugur di Lebanon, Kemlu RI Desak Investigasi

Gugur Akibat Serangan Artileri

Praka Farizal Rhomadhon gugur akibat serangan artileri yang menghantam lokasi kontingen Indonesia di Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan, pada Minggu, 29 Maret 2026. Serangan tersebut terjadi di tengah meningkatnya intensitas konflik di kawasan tersebut.

Selain satu prajurit yang gugur, tiga personel TNI lainnya juga mengalami luka. Ketiga prajurit tersebut yakni Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan.

“Praka Rico mengalami luka berat, sedangkan Praka Bayu dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan dan saat ini telah mendapatkan penanganan medis,” jelas Aulia.

Ketiga prajurit tersebut saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Investigasi UNIFIL dan Sikap Pemerintah Indonesia

Hingga saat ini, TNI masih menunggu hasil investigasi dari pihak UNIFIL terkait insiden penyerangan tersebut. Insiden terjadi di tengah saling serang artileri, sehingga belum dapat dipastikan pihak yang secara langsung menyebabkan kejadian tersebut.

Baca Juga: Duka di Lebanon, Prajurit TNI Misi PBB Tewas Akibat Ledakan Proyektil

Sebelumnya, UNIFIL melaporkan bahwa sebuah proyektil menghantam salah satu posisi pasukan perdamaian pada Minggu malam.

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia turut mengecam keras insiden tersebut dan menyerukan dilakukannya penyelidikan secara menyeluruh dan transparan.

Kemenlu juga menyampaikan bahwa Indonesia bekerja sama dengan UNIFIL untuk memastikan repatriasi jenazah serta memberikan perawatan medis terbaik bagi prajurit yang terluka.

Selain itu, Indonesia mengecam keras serangan di Lebanon selatan serta menyerukan seluruh pihak untuk menghormati kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon. Semua pihak diharapkan menghentikan serangan yang membahayakan warga sipil dan infrastruktur, serta kembali menempuh jalur dialog dan diplomasi guna mencegah eskalasi konflik lebih lanjut.

“Indonesia terus berkoordinasi erat dengan PBB dan otoritas terkait, serta akan terus memantau perkembangan situasi secara saksama,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri RI.

Sebelumnya, media pemerintah Lebanon, NNA, melaporkan bahwa posisi yang terdampak serangan merupakan milik batalion Indonesia yang bertugas di bawah misi UNIFIL.

TERKAIT
- Advertisment -