BerandaBeritaSambut Hari Sumpah Pemuda, Karang Taruna Pandeglang Gelar Lomba Layang-Layang

Sambut Hari Sumpah Pemuda, Karang Taruna Pandeglang Gelar Lomba Layang-Layang

Saluran WhatsApp

Pandeglang, Bantentv.com – Lapangan Pasirrangdu, Desa Karangsetra, Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang, Banten mendadak dipenuhi keceriaan pada Senin siang, 27 Oktober 2025. Ratusan warga tumpah ruah mengikuti Lomba Layang-Layang 2025 yang digelar Karang Taruna Kabupaten Pandeglang bersama komunitas pecinta layang-layang.

Sejak pagi, peserta dari berbagai usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa memadati area lapangan. Mereka hadir sambil membawa layang-layang aneka warna dan bentuk yang unik untuk diterbangkan tinggi ke langit.

Ketua Karang Taruna Kabupaten Pandeglang, TB Bambang Saepuloh, mengatakan kegiatan ini digelar dalam rangka menyambut peringatan Hari Sumpah Pemuda.

“Kolaborasi antara Karang Taruna dengan para pemuda setempat menjadi semakin baik lewat kegiatan ini. Tujuannya untuk mempererat tali silaturahmi,” ujar Bambang.

Baca Juga: Fun Run Jadi Puncak Kemeriahan Hari Sumpah Pemuda 2025 di Kota Serang

Menurutnya, permainan layang-layang memiliki banyak nilai positif yang bisa digali oleh generasi muda.

“Ada nilai ketekunan, kesabaran, kolaborasi, hingga kearifan lokal. Kami berharap kegiatan ini menjadi wadah berkumpul yang penuh makna,” jelasnya.

Bambang menambahkan, lomba tahun ini diikuti sekitar 500 peserta dan akan berlangsung selama beberapa hari ke depan. Berbagai hadiah menarik disiapkan bagi peserta terbaik.

“Pemenang akan mendapat uang pembinaan dan trofi. Insyaallah, kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin Karang Taruna Pandeglang,” tambahnya.

Penilaian lomba meliputi beberapa kriteria seperti ketinggian terbang dan kestabilan layang-layang di udara. Antusiasme peserta terlihat dari semangat mereka menerbangkan layangan masing-masing.

Aboy (12), salah satu peserta cilik, mengaku sangat senang bisa ikut berkompetisi untuk pertama kalinya.

“Seru banget, apalagi lihat layangan warna-warni di langit. Saya bikin sendiri sama ayah,” tuturnya.

Keriuhan Lomba Layang-Layang 2025 ini menjadi bukti bahwa tradisi permainan rakyat masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Pandeglang.

Editor AF Setiawan
TERKAIT
- Advertisment -