BerandaBeritaNasionalIsu BBM Naik, Kemensos Siapkan Penebalan Bansos untuk Jaga Daya Beli

Isu BBM Naik, Kemensos Siapkan Penebalan Bansos untuk Jaga Daya Beli

Saluran WhatsApp

Bantentv.com – Isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kembali mencuat dan memicu kekhawatiran masyarakat. Kenaikan BBM dinilai berpotensi memicu lonjakan harga kebutuhan pokok serta meningkatkan biaya hidup.

Menyikapi kondisi tersebut, Kementerian Sosial (Kemensos) mulai menyiapkan langkah antisipatif berupa penebalan bantuan sosial (bansos) guna menjaga daya beli masyarakat.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan pemerintah masih menunggu keputusan resmi terkait kebijakan harga BBM. Meski demikian, Kemensos telah menyiapkan sejumlah skema perlindungan sosial sebagai langkah antisipasi.

Baca Juga: Apa Saja Bansos yang Cair April 2026? Simak Daftar dan Nominalnya

“Pertimbangannya adalah menjaga daya beli masyarakat dalam kerangka peningkatan pertumbuhan ekonomi. Tugas kami adalah menyiapkan skema penyaluran dan pemutakhiran data penerima manfaat,” ujar Saifullah Yusuf.

Kemensos menyiapkan dua skenario utama jika isu kenaikan BBM benar-benar terjadi. Pertama, penebalan bansos dengan menambah nilai bantuan bagi keluarga penerima manfaat (KPM) yang sudah terdaftar.

Skenario kedua yakni perluasan jumlah penerima bansos. Kemensos membuka peluang penambahan jumlah KPM dari data reguler yang ada.

Mengacu pada pengalaman sebelumnya, jumlah penerima bansos berpotensi meningkat signifikan. Dari sekitar 18 juta KPM, jumlah tersebut bisa diperluas hingga 35 juta penerima, tergantung hasil rapat koordinasi tingkat kementerian.

Baca Juga: Kemensos Hapus 1,9 Juta Penerima Bansos, Fokus Penyaluran Lebih Tepat

Langkah tersebut dinilai penting karena kenaikan BBM biasanya berdampak langsung pada harga kebutuhan pokok dan biaya transportasi.

Dalam kondisi tersebut, bansos menjadi bantalan utama untuk menjaga stabilitas konsumsi rumah tangga agar daya beli masyarakat tidak menurun.

Program Bansos Tetap Berjalan

Saat ini, sejumlah program bansos utama masih berjalan, seperti Program Keluarga Harapan (PKH). Pada 2026, program ini menargetkan sekitar 10 juta keluarga penerima manfaat dengan anggaran mencapai Rp28,7 triliun.

Pada tahap awal tahun ini, sekitar 8,9 juta keluarga telah menerima bantuan dengan total penyaluran lebih dari Rp6 triliun.

Selain itu, pemerintah juga melakukan pembaruan data melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yang memungkinkan penambahan sekitar 1 juta penerima baru.

Cara Cek Status Penerima Bansos

Masyarakat dapat mengecek status penerima bansos secara mandiri melalui beberapa cara berikut:

1. Melalui Aplikasi Cek Bansos

  • Unduh aplikasi “Cek Bansos” di Play Store atau App Store
  • Daftar menggunakan NIK dan data Kartu Keluarga
  • Masuk ke menu “Cek Bansos”
  • Isi data wilayah dan nama sesuai KTP
  • Klik “Cari Data”

2. Melalui Situs Resmi

  • Buka laman cekbansos.kemensos.go.id
  • Isi data wilayah dan nama lengkap
  • Masukkan kode captcha
  • Klik “Cari Data”
  • Sistem akan menampilkan status penerimaan bantuan

Pemerintah berharap langkah penebalan bansos dapat menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di tengah potensi isu kenaikan harga BBM.

Editor AF Setiawan
TERKAIT
- Advertisment -