BerandaBeritaInternasionalAS dan Iran Dikabarkan Capai Kesepakatan Damai, Selat Hormuz Akan Dibuka Kembali 

AS dan Iran Dikabarkan Capai Kesepakatan Damai, Selat Hormuz Akan Dibuka Kembali 

Saluran WhatsApp

Bantentv.com – Amerika Serikat (AS) dan Iran dikabarkan telah mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir. Saat ini, kedua negara disebut hanya tinggal menunggu proses penandatanganan draf perjanjian yang telah disepakati.

Mengutip Reuters, rancangan kesepakatan tersebut mencakup pembukaan akses terhadap aset Iran yang selama ini dibekukan, pelonggaran sanksi ekspor minyak, serta pembukaan kembali Selat Hormuz.

AS Longgarkan Sanksi, Iran Buka Selat Hormuz

Berdasarkan draf yang diperoleh Reuters dari sejumlah sumber, Washington akan mulai membuka akses miliaran dolar aset Iran yang sebelumnya dibekukan.

Selain itu, AS juga disebut akan memberikan pelonggaran terhadap sanksi ekspor minyak Iran.

Baca Juga: Trump Longgarkan Tarif Kapal China, Industri AS Sambut Positif

Sebagai bagian dari kesepakatan, Iran akan membuka kembali Selat Hormuz yang sebelumnya ditutup menyusul serangan militer AS dan Israel pada Februari lalu.

Rancangan nota kesepahaman yang sedang dibahas juga menyebut Iran akan membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz, sementara AS menghentikan blokade angkatan laut terhadap sejumlah pelabuhan Iran.

Program Nuklir Masih Akan Dinegosiasikan

Meski telah mencapai kesepakatan awal, isu program nuklir Iran masih akan menjadi agenda pembahasan lanjutan dalam masa negosiasi selama 60 hari.

Baca Juga: Tarif Produk RI Resmi Diturunkan Trump Hanya dari Sambungan Telepon Prabowo? Ini Kata Seskab

Pemerintah AS menginginkan pembongkaran program nuklir Iran serta pemusnahan cadangan uranium yang telah diperkaya dalam kadar tinggi.

Namun, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menegaskan negaranya ingin tetap mempertahankan uranium tersebut dalam bentuk yang telah diencerkan.

Setelah pembukaan Selat Hormuz dan penghentian blokade pelabuhan, kedua negara akan melanjutkan perundingan terkait program nuklir Teheran yang selama ini menjadi sumber ketegangan utama.

Penandatanganan Berpotensi Digelar di Jenewa

Seorang pejabat AS menyebut kesepakatan tersebut dinilai telah memenuhi tujuan utama Presiden Donald Trump dan membuka peluang besar bagi tercapainya perdamaian yang lebih luas.

“Kesepakatan ini memenuhi tujuan utama Presiden Trump dan menempatkan negosiasi pada posisi yang sangat baik,” kata pejabat tersebut.

Baca Juga: Lewati Selat Hormuz Kini Berbayar, Iran Patok Tarif Hingga 2 Juta Dolar per Kapal

Pakistan disebut berperan sebagai mediator dalam proses perundingan antara kedua negara.

Sementara itu, sejumlah sumber Barat menyebut penandatanganan kesepakatan berpotensi dilakukan dalam waktu dekat dengan Jenewa, Swiss, menjadi lokasi yang paling memungkinkan.

Pejabat senior pemerintahan AS juga menyatakan bahwa kedua pihak telah menyetujui rancangan teks perjanjian.

“Kedua pihak telah menyetujui teks tersebut dan kami memperkirakan kesepakatan awal dapat ditandatangani dalam beberapa hari mendatang,” ujarnya.

Ketegangan Militer Masih Terjadi

Di tengah kemajuan diplomatik tersebut, situasi keamanan di kawasan masih belum sepenuhnya stabil.

Reuters melaporkan pasukan AS menembak jatuh sejumlah drone bunuh diri milik Iran yang terbang menuju Selat Hormuz karena dinilai mengancam jalur pelayaran komersial internasional.

Baca Juga: Ombudsman Banten Soroti Longgarnya Distribusi Tambang Ilegal

Sementara itu, Abbas Araqchi menyebut hasil sementara perundingan menunjukkan posisi Iran semakin kuat dalam proses negosiasi.

“Iran adalah pemenang perang dengan AS, kata Araqchi dalam wawancara dengan televisi pemerintah Iran.

Editor : Erina Faiha

TERKAIT
- Advertisment -