Serang, Bantentv.com ā Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Serang, Latiyah, akhirnya kembali ke tanah air setelah mengalami sakit pendarahan saat bekerja di Arab Saudi. Warga Kampung Sukamulya, Desa Ragas Masigit, Kecamatan Carenang itu tiba di Indonesia pada Jumat, 6 Februari 2026.
Latiyah sebelumnya mengalami pendarahan hebat hingga tidak mampu melanjutkan pekerjaannya. Kondisi tersebut membuatnya meminta dipulangkan ke Indonesia, namun proses pemulangan sempat terhambat oleh permintaan biaya dari pihak agency.
Menurut Latiyah, pihak agency meminta biaya pemulangan hingga Rp40 juta. Bahkan, jumlah tersebut disebut mencapai 12 ribu riyal atau sekitar Rp53 juta, yang tidak sanggup ia penuhi.
āSaya sakit pendarahan dan tidak sembuh-sembuh, kemudian saya dirijek dan diisolasi selama empat bulan,ā ujar Latiyah saat ditemui di kediamannya.
Baca Juga: PMI Asal Kabupaten Serang Segera Dipulangkan, Proses Masuki Tahap Akhir
Ia mengungkapkan telah bekerja di Arab Saudi selama sekitar sembilan bulan. Dari waktu tersebut, empat bulan di antaranya dijalani dalam kondisi isolasi akibat sakit yang dideritanya.
Latiyah menduga kondisi kesehatannya memburuk akibat beban kerja yang berat. Terlebih, saat berangkat bekerja ke luar negeri, ia baru tiga bulan pasca melahirkan.
āMungkin karena kerja berat, karena waktu berangkat saya baru tiga bulan setelah melahirkan,ā katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa keberangkatannya ke Timur Tengah dilakukan melalui PT Bahana dengan proses nonprosedural.
Ketika meminta dipulangkan, pihak perusahaan tempatnya bekerja menyebut tanggung jawab berada di pihak agency, atau ia diminta menanggung sendiri biaya pemulangan.
āKalau mau pulang, katanya suruh agency yang bertanggung jawab. Kalau tidak, saya harus bayar sendiri 12 ribu riyal,ā ungkapnya.
Karena tidak memiliki biaya, Latiyah kemudian membuat video permohonan bantuan kepada pemerintah.
Video tersebut viral di media sosial dan mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Serang serta instansi terkait.
Baca Juga: TKW Asal Serang Sakit di Arab Saudi, Diminta Rp40 Juta untuk Bisa Pulang
Setelah mendapat atensi pemerintah, proses pemulangan Latiyah akhirnya dapat direalisasikan tanpa biaya yang dibebankan kepadanya. Kini, ia telah kembali berkumpul bersama keluarga dan menjalani proses pemulihan.
āRasanya sangat senang bisa pulang dan berkumpul kembali dengan keluarga. Sekarang saya fokus untuk penyembuhan,ā ujarnya.
Latiyah pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu kepulangannya ke Indonesia.
āAlhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, khususnya Ibu Bupati dan Wakil Bupati Serang, BP3MI, serta Satgas PMI,ā tutupnya.
[…] Empat Bulan Terisolasi di Arab Saudi, Latiyah Akhirnya Pulang ke Indonesia […]