Cilegon, Bantentv.com – Kementerian Lingkungan Hidup melalui Pusat Sarana Pengendalian Dampak Lingkungan (Pusarpedal) bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon menggelar Aksi Bersih di SMPN 2 Kota Cilegon, Jumat, 24 Oktober 2025.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya percepatan pengelolaan sampah nasional yang digerakkan secara serentak di empat provinsi.
Sekretaris Daerah Kota Cilegon, Maman Mauludin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam aksi tersebut. Ia menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus menjadi gerakan kolektif yang dilakukan secara rutin dan terukur.
“Pengelolaan sampah adalah kerja bersama. Terima kasih kepada DLH dan semua yang telah berpartisipasi. Ini harus menjadi gerakan berkelanjutan,” ucap Maman.
Baca Juga: Robinsar Pastikan Pasokan Air Bersih Merata Hingga 2027
Maman menuturkan bahwa sampah yang dikumpulkan dari empat sekolah mencapai 20 ton atau bernilai ekonomi sekitar Rp33 juta.
Menurutnya, hal tersebut membuktikan bahwa sampah dapat dimanfaatkan secara produktif jika dikelola dengan benar.
Ia juga mendorong peningkatan pengawasan lingkungan, terutama terhadap aktivitas industri di Kota Cilegon.
“DLH harus memiliki taring dalam pengawasan. Kita harus belajar dari daerah lain yang lebih maju sistem pengendalian lingkungannya,” tegasnya.
Kepala Pusarpedal KLH, Sinta Saptarina Soemiarno, menilai Aksi Bersih di Cilegon menjadi wujud kolaborasi nyata dalam pengurangan sampah.
Mengingat keterlibatan pemerintah pusat, pemda, pelajar, hingga komunitas, ia berharap gerakan ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial.
“Aksi hari ini harus menjadi awal dari gerakan kolektif yang rutin dan berkelanjutan. Kesadaran menjaga lingkungan harus dimulai dari hal kecil, seperti membuang sampah pada tempatnya,” kata Sinta.
Kegiatan Aksi Bersih tersebut juga digelar serentak di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Provinsi Banten sebagai bagian dari kampanye nasional penanganan sampah berbasis sekolah dan masyarakat.